9.4.10

Ketika arti sebuah "kesucian" dipertanyakan

Perdarahan yang terjadi saat pertama melakukan hubungan seks biasanya disebabkan oleh robeknya 'selaput dara' tetapi tidak semua lakilaki perempuan akan mengeluarkan darah saat hubungan seks pertamanya, kenapa demikian???? karena eh karena selaput dara berupa lipatan mukosa tipis yang mengelilingi jalan masuk vagina ini memiliki elastisitas yang berbeda dan mempunyai derajat kelembutan dan flesibilitas yang berbeda pula. ada yang tebal, sehingga sulit ditembus saat melakukan hubungan seks, tetapi ada juga yang sangat tipis begitu penetrasi langsung berdarah, namun belum tentu semua perempuan akan seperti itu demikian dikutip dari "harian jurnal bogor jum'at 9 April 2010"



Adapula wanita yang bagian selaputnya tidak memiliki lubang sama sekali, jenis ini adalah kelainan genetika dan biasanya kesulitan saat memasuki masa menstruasi "ini adalah kelainan bawaan sejak lahir, akibatnya seorang perempuan tidak menstruasi dalam jangka waktu lama, padahal ia sebenarnya haid tapi darahnya tertahan didalam vagina"  seperti dituturkan oleh Konsultas Medis On Clinic Bogor dr. M. Royhan

Selain itu, selaput dara dalam vagina hanya 1/3 bagian yang mengandung pembuluh darah dan letaknya bisa berada diatas, tengah maupun bawah. Nah jika letak selaput dara berada di tengah, saat penetrasi penis berada dibawah, maka perempuan tidak akan berdarah saat hubungan seks "itu menandakan penis suami tak mengenai pembuluh darah selaput dara, bukan berarti si istri tidak perawan," kata dr. M. Royhan.

 Baginya arti keperawanan adalah kejujuran dari pihak perempuan terhadap pasangannya, apakah sebelumnya pernah melakukan hubungan seks atau tidak, terkadang pendapat umum mengenai darah perawan telah berkembang menjadi seolah olah benar, padahal fakta ilmiah menyebutkan selaput dara dapat robek karena alasan yang tidak ada kaitannya dengan hubungan seksual. Selaput dara dapat terkoyak bila tubuh diregangkan secara berlebihan.

Tak dipungkiri memang, budaya masyarakat saat ini masih menganggap selaput dara sebagai penanda keperawanan seorang wanita, dan yang disayangkan kesalahan serta kurangnya informasi akurat mengenai ini masih sering terjadi dan kerap merugikan posisi para perempuan.

Sumber : harian Jurnal Bogor, Jum'at 8/4/10

nb: untuk para lelaki, mohon ditelaah, dicerna, dimengerti dan dipahami ya, jika kedapatan calon istri anda sudah tidak ada selaput daranya lagi baca lagi postinganku ini... semoga bermanfaat !

45 komentar:

  1. suit suiit rumah baru
    amin amin amin
    mantep mantep

    eyang ini Ogut si Yahut
    minggu pada mo kopdar di ragunan itut nyo......

    BalasHapus
  2. Pertamax...
    Saya baca aja artikelnya, tapi no komeng ya.... :)
    Salam

    BalasHapus
  3. Kalau aku, lebih melihat kepada sebagai pertanda kejujuran. Namun, jika ada "sesuatu" yg secara tidak sengaja menghilangkannya, tentu sebagai lelaki harus besar hati menerimanya

    BalasHapus
  4. @alris : Selamat datang, di rumahku yang baru....


    @Rumi : Ragunan,..?? liat sapa..?? liat bang haris..?? hehehehe

    BalasHapus
  5. yay.... domain baru penampilan baru... selamat ya... tetapi sekarang selaput itu bisa dimanipulasi... jadi, hal yang paling penting tetap kejujuran...

    BalasHapus
  6. @arif bukan kyai: pak kyai ini memang bijaksana sekali...

    @saos kecap: betul sekali kejujuran diatas segalanya mbak

    BalasHapus
  7. Blog yang informatif ini bersinergi dengan blog kami, salam sehat dari kami http://rumahsehatafiat.wordpress.com/

    BalasHapus
  8. @rumahsehatafiat: terima kasih sudah berkunjung

    BalasHapus
  9. hmm... gitu toh..paham2.. :D

    BalasHapus
  10. baru tau aku..ternyata ada sisi lainnya jg yah..

    BalasHapus
  11. @muhammad zakariah: jangan cuma paham aja yaa, tapi dimengerti juga..

    @sapta; syukur kalo baru tauk.... dimengerti yaa...

    BalasHapus
  12. Untuk urusan yang satu ini, bingung cara kasih tanggapannya. Sebab barangkali saya masih berpandangan begitu.
    Rumah barunya MANTAB...

    BalasHapus
  13. chandrut8:29 PM

    Ooo.. begituw tho!
    saya masih awam masalah selaput dara :)

    BalasHapus
  14. @chandrut; harus banyak belajar ya bang,,, apa perlu saya ajarin neh... hahahahaha

    BalasHapus
  15. @wongjalur; gpp gak usah bingung wongjalur, ntar dipikirin malah stress lagi sampeyan....
    makasih dah berkunjung

    BalasHapus
  16. yangput rumah baruuu..!!!
    semoga makin bersemangat ngeblognya.
    selamat ya Yang..

    BalasHapus
  17. Anonim9:06 PM

    apakah penting sebuah keperawanan buat seorang pasangan yg juga sudah tidak perjaka?

    egois sekali jika demikian...

    BalasHapus
  18. hmm gitu toch, baru tau neh hihihi
    yah berharap semoga nanti dapet yg keluar darahnya deh hehehe
    alam kenal yahh

    BalasHapus
  19. waoow..sekarang dot com yaaa

    BalasHapus
  20. Anonim12:21 AM

    bermanfaat y postmu selalu,yangputri
    p cabar
    salam hangat dari blue
    lama kita tidak pernah bersapa
    semoga baik baik saja y..........

    BalasHapus
  21. Waduh kalao ini saya tidak tahu, soalnya belum menikah, hem semoga dapat yang masih suci

    BalasHapus
  22. Anonim5:35 AM

    dikembalikan pada nurani masing-masing

    BalasHapus
  23. wah blognya bagus loh, bener-bener keren , jadi pegen dah kawanlama bikin kek begini. oke met pagi . artikelnya bagus , dan informatif .sukses ya untuk webnya. Aku akan sering kesini walau tak berkoment.oke

    BalasHapus
  24. wow.mantep Dol.......

    BalasHapus
  25. eyang themenya yang enak dimata donk he he he, mata ogut pan sliwer
    sukses dengan rumah barunya

    BalasHapus
  26. @nakjaDimande; iya bundo, dengan rumah baru ini mencoba exist di dunia maya kembali setelah kemaren sempet hiatus tak tentu arah....

    @hadidot; hmmm... lelaki demikian yang dicari, gak egois....

    @agoenk70 ; semoga aja deh... salam kenal juga sahabat..

    @idana; hehehe iya say, pengen exist aja di dumay lagi

    @bluethunder; hai blue pa kabar juga.. rindu aku pada dirimu :D

    BalasHapus
  27. @blogpenghasiluang; salam kenal, thanks dah mampir !

    @sunarnosahlan; betul pak, dikembalikan pada diri masing2

    @kawanlama95; harus dong kak, mampir walo gak komen sekalipun kan kalo dah ditengokin ma kakak hatiku juga tenang lho.. *lebay*

    @ibel; rumahmu juga mantep dol..!!
    dasar dodol!!!

    @abang haris; emang ini kurang mantep ya bang..??? bikinin yang mantep dong

    BalasHapus
  28. Anonim9:34 AM

    wa...
    mampir pertama langsung disambut dengan hal2 berbau MALAM PERTAMA eh...HUBUNGAN PERTAMA
    btw smoga saja ini tdk dijadikan alasan u/ melegalkan..sex sebelum nikah

    BalasHapus
  29. wew, kata2nya itu lho "penetrasi" :)

    ia sih, kayanya ini juga harus menjadi bahan pertimbangan, jangan asal main bilang si istri udah ngga perawan lagi.

    BalasHapus
  30. @tommy; anda termasuk lelaki yg bijaksana.. heheheh salam kenal, makasih dah berkunjung

    BalasHapus
  31. @wawansri; semoga aja gak seh....

    BalasHapus
  32. Woo begitzu toh...

    BalasHapus
  33. pantes asa beda waktu masuk blog mba putri yg lama..huhu gak gaul bener aku ini di dunia perblogan :D


    keren mba..selamat yah

    BalasHapus
  34. matanaga12:42 PM

    menggoda cewe embem berbaju redeyes
    sweet home :)

    BalasHapus
  35. idih domain baru dan tampilan baru ni
    facial di mana??
    mampir balik ya punya ku ada postingan baru mohon datang dan komenntarnya

    BalasHapus
  36. sangat bermanfaat yang, terutama pendidikan seks nya

    BalasHapus
  37. Lelaki yang maunya dapat perawan (*selaput utuh*), sementara dirinya sendiri sudah tidak perjaka lagi adalah pecundang.

    BalasHapus
  38. trims infonya, salam kenal

    BalasHapus
  39. benar sekali, teh.
    paradigma seperti itu sudah banyak dimasyarakat padahal, tidak keluarnya darah, itu bukan menjadi standar apakah wanita masih perawan atau tidak . bisa jadi karena si pria tidak "ahli" dan selaput dari si wanita itu tebal misalnya, kan nggak keluar tuh, coba apakah itu pertanda si wanta tidak perwan padahal baru dengan si pria itu dia berjimak?


    jelas bahwa disini dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan seorang pasangan suami istri. dalam seks harus dihilangkan yang namanya egoisme, jika ada egoisme menurut saya itu bukan seks yang indah, tapi perkosaan yang dilegalkan hanya karena sudah ijab kobul.



    nice post!

    BalasHapus
  40. Anonim7:13 PM

    Berapa tetes darahnya?>banyak nggak sih??
    sampai sesendok teh nggak??
    salam

    BalasHapus
  41. Oooh berarti kalo gak ada darahnya belum tentu gak perawan ya tuan putri..??? [pura2 oon, hehehe] ah tar sekalian aja cek ke dokter sekalian dari pada menyesal kemudia. heheheh

    BalasHapus
  42. betul..betul..betul.. yang penting kejujuran kita pada pasangan, coz cuma kejujuran yg gak bisa dibikin imitasinya.. hehhehe.. salam kenal mbak putri.. :)

    BalasHapus
  43. klo tentang kesucian perempuan, laki2 mempertanyakan.. tapi klo tentang keperjakaan, apa laki2 mau ngaku? kan ga ketauan..;p
    salam kenal, kunjungan perdana nih, ternyata rumah baru..
    btw orang bogor ya?

    BalasHapus
  44. aku setuju sama Ossy. kalo perempuan yang udah ga suci, kebanyakan pria langsung ngacir plus berbagai hujatan pada si wanita. tapi pria yang udah ga suci lagi..apa ada yang ngaku? btw postingan yang bagus banget dan bermanfaat terutama buat pria

    BalasHapus
  45. Anonim4:25 AM

    Kalau laki2 menuntut darah keperawanan dalam hubungan di malam pertama, gimana dong sama wanitanya?apakah bisa menuntut hal yang sama?nggak adil kan??

    BalasHapus