19.4.10

Hukumnya mencabut bulu alis mata

Tampil cantik dan menarik merupakan kodrat kewanitaan. Di era modern ini, sebagian kaum hawa melakukan berbagai macam perawatan agar tampil cantik. Salah satu bentuk perawatan yang ditawarkan rumah-rumah kecantikan adalah mencukur atau mencabut bulu alis mata. Sebagian kaum wanita yang merasa bulus alisnya tidak sesuai dengan keinginan mencoba menghilangkannya. Selanjutnya, mereka akan membentuk sendiri bulu matanya dengan cara melukis sesuai dengan tren dan keinginan. Masalah mencabut atau mencukur bulu alis yang dilakukan kaum hawa telah berkembang sejak zaman dulu. Bahkan, dalam salah satu hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas'ud RA, Rasulullah SAW memberi perhatian khusus terhadap masalah ini. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Allah mengutuk perempuan-perempuan pentato dan mereka yang minta ditato, perempuan-perempuan pencukur alis dan mereka yang dicukur alisnya, perempuan-perempuan yang mengikir giginya agar lebih indah dan mereka yang mengubah ciptaan Allah."

 
Ibrahim Muhammad al-Jamal dalam buku Fiqih Wanita, mengatakan, mengubah ciptaan Allah yang dengan cara menambah atau mengurangi dilarang agama. Menurut dia, mengubah bentuk wajah dengan make up, bentuk bibir maupun alis, termasuk juga mencukur alis, mengecat kuku dan lainnya adalah haram. Menurut al-Jalam, Islam menganggap hal itu sebagai cara berhias yang berlebihan. Lebih jauh dijelaskan, dewasa ini banyak wanita yang justru tidak mengerti tabiatnya sendiri. Mereka tidak tahu bahwa dengan keluarnya dari tabiat kewanitaan, mereka tidak lagi asli dan tidak benar-benar wanita lagi. Padahal, papar al-Jamal, setiap wanita sebenarnya telah diciptakan Allah dengan wajah tersendiri. Oleh sebab itulah, dia meminta agar kaum Muslimah tidak meniru-niru praktik yang dinilai bertentangan dengan Sunatullah tersebut. 
Mufti Agung Mesir, Syekh Ali Jum'ah Muhammad juga telah mengeluarkan fatwa terkait an-namsh atau mencabut bulu alis. Menurut dia, terdapat dua pendapat dikalangan para ahli bahasa mengenai masuknya bulu-bulu lain yang tumbuh diwajah kedalam larangan ini. "Perbedaan inilah yang mendasari perbedaan ulama mengenai hukum mencabut bulu selain bulu alis; antara yang menghalalkan dan yang mengharamkannya," papar Syekh Ali Jum'ah. Menurut beliau, an-namishah adalah perempuan yang mencabut bulu alis orang lain. Sedangkan, al-mutanammishah adalah perempuan yang menyuruh orang lain untuk mencabut bulu alisnya. "Ancaman dalam bentuk laknat dari Allah SWT atau Rasulullah SAW atas suatu perbuatan tertentu merupakan pertanda bahwa perbuatan itu termasuk dalam dosa besar," papar Syekh Ali Jum'ah. Sehingga, kata dia, mencabut bulu alis bagi wanita adalah haram jika dia belum berkeluarga, kecuali untuk keperluan pengobatan, menghilangkan cacat atau guna merapikan bulu-bulu yang tidak beraturan. Perbuatan yang melebihi batas-batas tersebut, hukumnya dalah haram. Menurut Syekh Ali Jum'ah, perempuan yang sudah berkeluarga, diperbolehkan melakukannya jika mendapat izin dari suaminya, atau terdapat indikasi yang menunjukan izin tersebut. "Ini merupakan pendapat jumlah [mayoritas] ulama."
Mereka beralasan bahwa hal itu termasuk bentuk berhias yang diperlukan sebagai benteng guna menjauhi hal-hal tidak baik dan untuk menjaga kehormatan ['iffah]. Maka secara syar'i, seorang istri diperintahkan untuk melakukan demi suaminya. Hal itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan ath-Thabari dari istri Abu Ishak.
Pada suatu hari dia berkunjung kepada Aisyah RA. Istri Abu Ishak itu adalah seorang perempuan yang suka berhias. Dia berkata kepada Aisyah, "Apakah seorang perempuan boleh mencabut bulu disekitar keningnya demi suaminya?" Aisyah menjawab, "Bersihkanlah dirimu dari hal-hal yang mengganggumu semampumu." Dalam risalah Ahkaam an Nisaa' karya Imam Ahmad, beliau mengatakan, Muhammad bin Ali al Wariq memberitakan, katanya, "Mahna bercerita kepada kamu bahwa dia pernah bertanya kepada Abu Abdillah tentang mencukur wajah. Maka dia menjawab, "Bagi wanita itu tidak ada jeleknya."Akan tetapi, oleh peneliti risalah itu dijelaskan, "Mencabut pun termasuk mengubah wajah juga. Karena mencabut artinya membedol rambut dari tempat aslinya, sehingga seolah-olah tempat itu akhirnya tidak berambut, padahal aslinya berambut. Berarti mencabutpun sama halnya dengan melakukan perubahan."
Dalam kitab Ad Diin al Khalish, Imam Ahmad kembali menegaskan, "Kalau ada wanita yang tumbuh kumis atau janggut, maka tidaklah haram menghilangkannya, bahkan mustajab atau malah wajib."Berdasarkan pendapat itu wanita hendaknya membersihkan wajahnya sesuai dengan kewanitaannya. Caranya, seperti disampaikan kembali oleh Imam Ahmad, membersihkan wajah dari rambut-rambut yang berlebihan, jangan memakai pisau cukur, tapi hilangkanlah dengan krem, bedak khusus atau yang sejenisnya.
Ps; aku memposting masalah seperti ini, karena ingin berbagi pendapat dengan para pembaca blog ini karena diriku adalah salah satu dari sekian perempuan yang bulu alis matanya dibentuk, mengapa aku melakukan ini..??? karena selain ingin kelihatan lebih dewasa juga lebih kelihatan menarik tentunya.

Artikel ini ditulis oleh Yusuf Assidiq, Harian Umum Republika Pada Tajuk "Fikih Muslimah" edisi Jum'at 8 Januari 2010.


47 komentar:

  1. pertamaxxxxx

    udah cantik cantik kok di cabut ya..
    kurang kerjaan aja orang-orang tuh..
    hihihi

    BalasHapus
  2. jadi lebih tau arti cabut menyabut
    kalo nyabut uban, pegimane hukumnye neng..?
    anda jg membentuk alis mata?? gue juga ikutan ahh..
    lohh.. :)

    BalasHapus
  3. Anonim4:38 PM

    yah untung aku lbih suka ama alis tebel :)
    salam sore

    BalasHapus
  4. "Allah mengutuk perempuan-perempuan pentato dan mereka yang minta ditato, perempuan-perempuan pencukur alis dan mereka yang dicukur alisnya, perempuan-perempuan yang mengikir giginya agar lebih indah dan mereka yang mengubah ciptaan Allah."

    waduh...kamu masuk kutukan to ? makanya....susah di atur haha....

    BalasHapus
  5. @kira; bukan krn udah cantik tapi mungkin pengen keliatan lebih rapi lagi kali alisnya....

    @matanaga; lah pan biasanya diriku yang nyabutin uban abang, trus suka minta dirapihin juga kan alisnya bang..??? biar kek dedy cobuzer... *tatap mata saya* hahahaha

    @peri01; alhamdulillah alismu udah tebel, gak kek punyaku botak sebelah hehehehe

    @bloggerterpanas; ya kena kutukan kyai bukan kyai

    BalasHapus
  6. kalo saya ndak berani cabut alis mata yang, karena katanya, dengan mencabut satu bulu mata akan mengurangi daya ingat. Biarlah saya ndak cantik-cantik banget, cukup bersih dan rapi, maka mengalirlah semua apa adanya :D

    Pengen memiliki daya ingat yang kuat.

    BalasHapus
  7. wuih pindah rumah nih ya yangput hehehe...

    btw, emang gak boleh kan nyabutin bulu mata. kecuali rontok sendiri. :D

    BalasHapus
  8. Put, mencukur alis sama mencabut alis sama ya...duh, udah kebiasaan dicabut gimana nih, tapi sedikit kok, cuman dirapiin aja... ;)

    BalasHapus
  9. Jaah.. uda siap neh..Putri kita..
    kapan khitbah-nya,Put?

    BalasHapus
  10. Anonim7:22 AM

    Assalamu'alaikum..
    alhamdulillah...
    saya menerima apa yang diberi allah swt....saya pun tetep ngerasa cantik tanpa mencukur alis...
    salam kenal... :)

    BalasHapus
  11. Hmmm.... nice posting.. and nice website... by the way pertahunnya berapa bu?? infonya donk... hihihihihi...

    salam.. eh keep mampir ya...

    BalasHapus
  12. aku gk berani cukur2 alis..
    takut sial :D

    BalasHapus
  13. terkadang demi penampilan harus berani menentang hukum.. tapi untuk masalah alis ini saya masih belum begitu paham... hehe..

    BalasHapus
  14. bener tuh Yank, alis bunda sejak muda dirapihkan ,sampai sekarang malah jadi gak mau tumbuh lagi.
    terimakasih ya Yank dah berbagi info yg bermanfaat ini.
    salam

    BalasHapus
  15. karena aku laki-laki. Jadi gak pake potong2 alis. punyaku aja lebat na minta ampun

    BalasHapus
  16. ga perlu di cabutin dah ganteg kok aku wkwkwkwkw

    BalasHapus
  17. Iya sister, kalau masalah fiqih seperti ini kita serahkan aja ke ahlinya, takutnya kita bikin fatwa sendiri yagn menyesatkan :)

    BalasHapus
  18. gak sakit kah nyabutin alis mata??

    dosa besar lagi... aduuuuuhhhh

    BalasHapus
  19. Anonim9:59 PM

    duh kalau blue sering suka cabut anak rambut gimana dong.heheh
    salam hangat dari blue

    BalasHapus
  20. de kalo ga di bentuk alisnya emang keliatan ga dewasa ya

    BalasHapus
  21. Alangkah indahnya JIKA Seorang Hawa mau mensyukuri nikmat lahir yang Tuhan berikan ya Mbak ?

    salam hangat

    BalasHapus
  22. Anonim5:12 AM

    dicabut malah hilang cantiknya

    BalasHapus
  23. hm...gitu ya

    Allah adalah pencinta keindahan

    BalasHapus
  24. deuh... cempaka belon pernah cabut aliss.... :D

    BalasHapus
  25. subhanallah, terimalah apa yang diberi NYA

    BalasHapus
  26. Selamat Hari Kartini Bagi Penerus Perjuangan Ibu Kartini dimasa Kini, Sukses Selalu

    BalasHapus
  27. diriku juga ngak suka liat orang yang laisnya dicukur bos... ngak alami

    BalasHapus
  28. kalo gw neh.. dalam perspektif pria.. lebih suka bulu mata wanita jangan dicukur.. soalnya akan jauh tampak indah kalau ada bulunya kaan. kalau ternyata bulunya imitasi.. hmm.. jelas tidak alami dunk.

    BalasHapus
  29. seperti adanya kan lebih mensyukuri yang
    tapi kalau menambah yang kurang boleh tidak ya????

    BalasHapus
  30. saya pikir kalau mempercantik diri untuk menyenangkan sang suami merupakan suatu kewajiban, tapi kalau untuk tujuan yang lain akan menjadi haram, misalkan demi penampilan di muka umum
    selamat hari kartini
    semoga para kartini menjadi kartini

    BalasHapus
  31. beruntung saia tidak pernah mencabut bulu mata ;)

    BalasHapus
  32. sahabat2 yang putri sayangi, terima kasih atas masukannya.... maaf komen gak bisa dibales satu2, terima kasih atas kunjungannya

    BalasHapus
  33. beneran loh ini... ga sakit ya dicabutin? heheheh... saya sih ga mau, sekalinya dirapihin, ntar harus bolak2 ngerapihin. malessss....
    biarin aja seadanya ah... heheh...

    BalasHapus
  34. Anonim12:28 PM

    kesimpulannya, bagi yang sudah berkeluarga tidak masalah dan badi yang belum maka hukumnya haram. begitu ya...????

    BalasHapus
  35. jangan dicaabutin dunk... takyuuuttt dunia akhirat dech... PD ajah ya Put.. dariNya langsung ttep yang paling OK piss dah.. ^^

    BalasHapus
  36. salam kenal yangputri.. aku sepertinya belum pernah mampir kesini deh :) tentang alis, sebaiknya dibiarkan saja seperti adanya, kecuali mengganggu kesehatan, misalnya bikin gatal, hehe.

    BalasHapus
  37. Alhamdulillah alis mataku tidak pernah diapa2in.. ehhehe....

    salam kenal..
    artikel yg bermanfaat

    BalasHapus
  38. nice info mbak,
    aku baru tau...
    terimakasih ya...
    owya nubi niy, tukeran link yuk...
    link mbak udah terpasang

    BalasHapus
  39. waduh bayangkan kecabut aja dah miris, ngeri deh

    BalasHapus
  40. ketidak puasan sifat manusia yg kurang pandai bersyukur... naudzubillah.. :)

    BalasHapus
  41. he he kok di cabut sakit tau

    salam Ogut si yahut :D

    BalasHapus
  42. haduhhh ngebayangin di cabut?? apa ga sakit tuch y?? hihi.. apalagi fungsi alis dan bulu mata itu sangat fital sekali buat mata kita sendiri.

    BalasHapus
  43. trims artikelnya nih....ada alisnya kan malah bagus dan cantik ya

    BalasHapus
  44. Anonim6:13 AM

    putri udah jelas kan haditsnya,gak perlu bingung lagi dong? tapi kalau sudah terlanjur ya sudah gapapa ,asal besok2 tidak diulangi :)

    BalasHapus
  45. Anonim10:53 AM

    Maksudnya "rambut" alis mata, bukan bulu.... :D
    Bukannya bersyukur dikasih alis mata, kok malah dicukur... :(

    BalasHapus
  46. artikelnya mantap ne non, untuk apa lagi diotak atik alis mata, tampil alami itu yang menurut ane lebih cantik..hehe

    BalasHapus
  47. kalau alis mata kita dicukurkan sama yg make up-in dan kita gak tau sebelumnya kalau mencukur alis itu haram sebelum berkeluarga, gimana? apa tetep haram? kan sebelumnya belum tau. dan itu juga dicukurnya untuk merapikan. andai aku tau itu haram, aku juga gak bakal mau dicukurin alisnya. nyeseyl banget:( aku harus gimana? mohon sarannya yaa.

    BalasHapus